Trauma Pasca Kecelakaan? Simak Ciri-Ciri Ini dan Cara Mengatasinya

- 16 Mei 2024, 16:23 WIB
Trauma Pasca Kecelakaan? Simak Ciri-Ciri Ini dan Cara Mengatasinya
Trauma Pasca Kecelakaan? Simak Ciri-Ciri Ini dan Cara Mengatasinya /Karawangpost/Pexels/RODNAE Production

Portalnganjuk.com Psikolog Anak dan Keluarga Sani B. Hermawan mengatakan, jika seseorang setelah mengalami kecelakaan, tidak jarang beberapa dari mereka akan mengalami trauma pascakejadian yang berkaitan dengan proses kecelakaan itu sendiri, tempat kejadian, atau bahkan waktu kejadian.

“Dalam kecelakaan, tentunya ada trauma terhadap suatu kejadian, bisa jadi trauma terhadap prosesnya, kejadiannya, tempatnya atau bahkan waktunya (pagi, siang, atau malam), hingga trauma di jalanan,” kata Sani yang juga Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani.

Kecelakaan bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi korbannya. Trauma ini dapat memengaruhi kehidupan korban pasca-kecelakaan, sehingga penting untuk dikenali ciri-cirinya dan diatasi dengan tepat.

Ciri-ciri Orang yang Mengalami Trauma Pasca Kecelakaan

  • Mudah Terkejut dan Cemas: Korban mudah terkejut oleh suara keras, gerakan tiba-tiba, atau situasi yang mengingatkan mereka pada kecelakaan.
  • Sering Mengalami Flashback: Korban sering kali mengalami kilas balik ke kejadian kecelakaan, yang dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan bahkan serangan panik.
  • Menghindari Pengingat Kecelakaan: Korban berusaha menghindari hal-hal yang berkaitan dengan kecelakaan, seperti tempat kejadian, jenis kendaraan, atau bahkan tanggal kejadian.
  • Perubahan Perilaku: Korban mungkin mengalami perubahan perilaku seperti mudah marah, sulit tidur, kehilangan minat pada aktivitas yang disukai, atau menarik diri dari interaksi sosial.
  • Gejala Fisik: Trauma juga dapat menimbulkan gejala fisik seperti sakit kepala, pusing, mual, atau kelelahan.

Cara Mengatasi Trauma Pasca Kecelakaan

Mencari Bantuan Profesional: Langkah pertama yang paling penting adalah mencari bantuan profesional dari psikolog atau terapis yang terlatih dalam penanganan trauma.

Dukungan Sosial: Penting untuk memiliki dukungan sosial yang kuat dari keluarga dan orang terdekat. Berbagi pengalaman dengan orang-orang yang dipercaya dapat membantu korban merasa didengar dan didukung.

Menjalani Terapi: Terapis akan membantu korban untuk memahami trauma mereka, mengembangkan mekanisme koping yang sehat, dan belajar untuk hidup dengan pengalaman traumatis mereka.

Menjaga Kesehatan Diri: Penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental dengan makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan cukup tidur.

Bergabung dengan Kelompok Dukungan: Berbagi pengalaman dengan orang lain yang mengalami trauma serupa dapat membantu korban merasa tidak sendirian dan mendapatkan dukungan.

Menemukan Makna dan Tujuan Hidup: Membantu korban untuk menemukan makna dan tujuan hidup setelah mengalami trauma dapat membantu mereka untuk pulih dan melanjutkan hidup.

Halaman:

Editor: Yusuf Rafii


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah