Cek Fakta: Bharada E Akhirnya Bebas Dari Hukuman Karena Peran Presiden Jokowi, Begini Faktanya

- 27 Januari 2023, 11:00 WIB
Cek Fakta: Bharada E Akhirnya Bebas Dari Hukuman Berkat Peran Presiden Jokowi, Begini Faktanya
Cek Fakta: Bharada E Akhirnya Bebas Dari Hukuman Berkat Peran Presiden Jokowi, Begini Faktanya /PMJ News/Fajar/

PORTAL NGANJUK – Belakangan ini muncul kabar yang cukup membuat publik terkejut soal Bharada E yang disebut bebas hukuman berkat Presiden Jokowi.

Tim Jaksa Penuntut Umum dalam sidang pembunuhan Brigadir J, menuntut Richard Eliezer atau Bharada E, dengan hukuman pidana 12 tahun penjara pada Pada 18 Januari 2023 lalu.

Tuntutan tersebut, dalam penilaian sejumlah pihak, terlalu berat untuk Bharada E.

Karena telah menjadi Justice Collaborator dibandingkan terdakwa lain yaitu dengan Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal yaitu delapan tahun penjara.

Usai dituntut hukuman 12 tahun penjara, kemudian muncul kabar bahwa hukuman tersebut ternyata dapat dibebaskan berkat peran presiden Jokowi.

Baca Juga: Mengejutkan! Brigadir J Disebut Ancam akan Bunuh Putri Candrawathi Beserta Orang Terdekatnya

Kabar itu muncul melalui sebuah unggahan YouTube.

Video tersebut berdurasi lebih dari tiga menit.

yang menarasikan bahwa keluarga Bharada E berhasil bertemu Presiden Jokowi dan Bharada E dibebaskan dari tuntutan 12 tahun penjara.

Berikut adalah narasi dalam unggahan tersebut:

“Berhasil Bertemu Presiden Jokowi Keluarga Bharada E Bersyukur Barada E Bisa dibebaskan !!!?”

Namun, benarkah Bharada E telah dibebaskan dari tuntutan 12 tahun penjara setelah pertemuan keluarganya dengan Presiden Jokowi?

Mari kita lakukan penelusuran terkait dengan kabar yang mengejutkan tersebut.

Penjelasan:

Presiden Joko Widodo, mengatakan tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan.

Termasuk tuntutan terhadap Bharada Richard Eliezer dalam sidang pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca Juga: Pengacara kuat Maruf Sebut Perselingkuhan Putri candrawathi dan Brigadir J Hanya Imajinasi

Pernyataan Presiden itu menanggapi permohonan ibunda Bharada Richard Eliezer terkait tuntutan hukuman bagi sang putera yaitu 12 tahun penjara.

"Saya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan,

Bukan hanya kasus FS saja, untuk semua kasus, tidak (bisa mengintervensi),

Karena kita harus menghormati proses hukum yang ada di lembaga-lembaga negara yang sedang berjalan," tutur Presiden Jokowi.

Pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 18 Januari 2023, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai hal yang memberatkan pada tuntutan terhadap Richard Eliezer atau Bharada E.

Yakni dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) adalah peran Bharada E sebagai eksekutor.

Tim JPU memaparkan bahwa Richard Eliezer menyanggupi perintah Ferdy Sambo untuk menembak Yosua ketika Ferdy Sambo menanyakan kebersediaan Richard Eliezer.

Hal itu saat mereka masih berada di rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling, Jakarta Selatan.

Dari hasil penelusuran tersebut dapat disimpulkan bahwa kabar Bharada e bebas dari hukuman karena peran Presiden Jokowi adalah tidak benar atau hoaks. ***

Editor: Muhafi Ali Fakhri

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x