Kenaikan Harga Beras Dikabarkan Karena Pemerintah Ekspor ke China, Begini Faktanya

- 20 Maret 2024, 14:05 WIB
Kenaikan Harga Beras Dikabarkan Karena Pemerintah Ekspor ke China, Begini Faktanya
Kenaikan Harga Beras Dikabarkan Karena Pemerintah Ekspor ke China, Begini Faktanya /setkab.go.id

PortalNganjuk.Com - Sebuah unggahan di media social Twitter atau X menyoroti kenaikan harga beras yang signifikan pada bulan Maret 2024, mengaitkannya dengan klaim bahwa pemerintah Indonesia telah mengekspor beras ke China sebanyak 2,5 juta ton.

Dalam narasi unggahan tersebut, penulis menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan secara sengaja oleh pemerintah untuk meningkatkan harga beras dan membuat masyarakat semakin menderita.

Namun, apakah benar pemerintah mengekspor beras sebanyak itu untuk menaikkan harga beras?

Penjelasan

Faktanya, unggahan tersebut merupakan disinformasi. Video yang diunggah pada awal Maret itu sebenarnya telah diunggah sebelumnya, tepatnya pada tahun 2022.

Video tersebut mirip dengan unggahan yang dilakukan oleh DPR RI pada tanggal 1 Juli 2022 dengan judul "ANGGOTA DEWAN DONGKOL INFO INTERNAL KEMENTAN TAK SINKRON DAN INGIN EKSPOR BERAS KE CHINA".

Dalam video tersebut, Ketua Komisi IV DPR, Sudin, menyuarakan ketidakpuasannya atas ketidakselarasan data internal Kementerian Pertanian (Kementan) serta adanya informasi bahwa Kementan berencana mengekspor beras ke China sebanyak 2 juta ton.

Namun, Menteri Pertanian saat itu, Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan bahwa meskipun China mengajukan permintaan impor beras sebanyak 2,4 juta ton per tahun, Presiden hanya menyetujui impor sebanyak 100 ribu ton per tahun.

Lebih lanjut, Limpo juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki persediaan beras yang berlebihan, mencapai lebih dari 7 juta ton, dan pemerintah tidak berniat untuk mengekspor beras secara berlebihan.

Dengan demikian, klaim bahwa pemerintah Indonesia mengekspor beras ke China sebanyak 2,5 juta ton untuk menaikkan harga beras tidaklah benar.

Halaman:

Editor: Muhafi Ali Fakhri


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah