PBNU Kecam Penetapan Idul Fitri oleh Jamaah Masjid Aolia, Klaim Sudah 'Telepon Allah'

- 7 April 2024, 14:41 WIB
PBNU Kecam Terkait Penetepan 1 Syawal 1445 H dari Jemaah Masjid Aolia, soal Bisa ‘Telepon Allah’
PBNU Kecam Terkait Penetepan 1 Syawal 1445 H dari Jemaah Masjid Aolia, soal Bisa ‘Telepon Allah’ //Screenshoot Tiktok/

 

Portalnganjuk.com Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrurrozi mengecam tindakan Jamaah Masjid Aolia di Gunung Kidul, Yogyakarta, yang menyelenggarakan Idul Fitri pada hari Jumat 5 April 2024 berdasarkan ucapan tokoh agama tertentu yang mengaku sudah menelepon Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) dan menerima jawaban terkait penetapan Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
 
Fahrurrozi menegaskan bahwa penetapan Hari Raya Idul Fitri harus berdasarkan hisab dan rukyat yang dilakukan oleh lembaga resmi, seperti Kementerian Agama Republik Indonesia.
 
"Tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam dan berdalih telah berbicara langsung dengan Gusti Allah SWT," tegas Ahmad Fahrurrozi.
 
Gus Fahrurrozi, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), memberikan penjelasan bahwa agama merupakan tuntunan sekaligus ajaran yang berlaku untuk masyarakat umum.
 
Oleh karena itu, tidak bisa seseorang secara asal-asalan mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Allah SWT dan menggunakannya sebagai dasar untuk menetapkan hari raya.
 
"Dasarnya ibadah dalam Islam harus sesuai tuntunan syariat yang dipahami dengan ilmu-ilmu standar ajaran agama Islam, yang sudah jelas dalil-dalilnya dan garis-garisnya. Semua harus ilmiah, rasional, dan dapat diuji keabsahannya oleh masyarakat umum," jelas Gus Fahrurrozi.
 
Gus Fahrur, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengimbau kepada masyarakat Muslim di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, untuk mengambil tuntunan agama Islam dari para ulama yang benar.
 
Gus Fahrur juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap seseorang yang mengaku sakti atau memiliki hubungan khusus dengan Allah, pada umumnya oknum yang tidak memiliki ilmu agama yang sesuai. Meskipun ada oknum dapat menunjukkan hal-hal ajaib, Gus Fahrur menegaskan bahwa hal tersebut juga dapat dilakukan oleh ahli sihir.
 
Masyarakat diimbau untuk selalu berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadits. Berhati-hati dalam memilih sumber informasi agama, sekaligus melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan ajaran yang menyesatkan.
 
PBNU berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam memahami Islam yang benar dan moderat sesuai ajaran syariat Islam.***

 

Editor: Yusuf Rafii


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah