Tersangka Obstruction of Justice Dipecat Lagi, Siapa?

3 September 2022, 14:31 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo/ Foto PMJNEWS /Uma Farhan/Subangtalk

 


PORTAL NGANJUK
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan terkait hasil sidang etik KompolBaiquni Wibowo.

Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memberikan sanksi berupapemberhentian tidak dengan hormat kepada Kompol BaiquniWibowo.

Ia merupakan salah satu tersangka obstruction of justice dalamkasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Baca Juga: Keterangan Pacar Brigadir J Disebut Komnas HAM Perkuat Dugaan Pelecehan Seksual pada Istri Irjen Ferdy Sambo

Sanksi yang kedua adalah pemberhentian dengan tidak hormatdari anggota kepolisian,” kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, dikutip dari ANTARANEWS.

Selain PTDH, Baiquni Wibowo juga dijatuhkan sanksi berupapenempatan khusus selama 23 hari di Provost.

“Dari sidang tadi, diputuskan secara kolektif kolegial oleh seluruh hakim komisi sidang,” tambah Dedi.

Setelah putusan sidang etik, Baiquni Wibowo menggunakanhaknya untuk banding.

Baca Juga: Fuji Akhirnya Buka Suara Ke Ria Ricis Usai Dihujat Dicuekin Ashanty: Aku Gak Terima Kalo Soal…

“Telah diputuskan oleh komisi sidang KKEP yang bersangkutanmenyetakan banding, itu merupakan hak yang bersangkutan,” ujar Dedi.

Kompol Baiquni Wibowo disangkakan Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2003 tentangPemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat (1) huruf b.

Baca Juga: Profil Lengkap Brigjen Hendra Kurniawan Tersangka Obstruction of Justice yang Intimidasi Keluarga Brigadir J

Kemudian pasal 6 ayat (2) huruf b Pasal 8 huruf c angka 1 Pasal 10 ayat (1) huruf F Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Etik Polri.

Sebelumnya, Kompol Chuk Putranto juga telah dipecat karenaterlibat obstruction of justice.

Keduanya memiliki peran melakukan pemindahan transmisi dan perusakan barang bukti CCTV di TKP Duren Tiga. ***

Editor: Christian Rangga Bagaskara

Tags

Terkini

Terpopuler