Dianggap Bebani APBN, Pemerintah Berencana Naikkan HET Pertamax Jadi Rp16.000 per Liter

26 Maret 2022, 07:45 WIB
Dianggap Bebani APBN, Pemerintah Berencana Naikkan HET Pertamax Jadi Rp16.000 per Liter /Instagram @pertamina.

PORTAL NGANJUK – Beberapa bulan terakhir, harga minyak dunia terus melonjak naik, hal tersebut tentu berdampak kepada kenaikan harga BBM di Tanah Air dan Dunia.

Konflik Rusia vs Ukraina juga memiliki peran dalam melambungnya harga minyak dunia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi harga keekonomian bahan bakar minyak RON 92 jenis pertamax akan menembus Rp16.000 per liter pada bulan April 2022.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan bahwa harga minyak dunia bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari.

Fenomena kenaikan harga minyak dunia tersebut, tentu akan memicu harga keekonomian pertamax melambung.

"Dengan mempertimbangkan harga minyak bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari.

Maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 bulan April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp14.526 per liter, bisa jadi sekitar Rp16.000 per liter," ujarnya pada Jumat 25 Maret 2022.

Agung juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih mencermati tentang harga minyak tersebut.

Karena jika berkepanjangan akan menimbulkan beban beban bagi APBN, Pertamina, dan pada sektor strategis lainnya.

Sampai akhir bulan Maret 2022, harga minyak dunia masih berada di atas 100 dolar AS per barel-nya.

Demikian juga dengan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Harga ICP pada bulan Maret 2022 per tanggal 24 tercatat sebesar 114,55 dolar AS per barel.

Konflik geopolitik Ukraina vs Rusia juga masih menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga.

Pasokan minyak mentah dari Rusia dan Kazakhstan terganggu karena kerusakan pipa Caspian Pipeline Consortium.

Hal tersebut berdampak langsung pada berkurangnya pasokan minyak ke Uni Eropa.

"ICP sementara bulan Maret 2022 per tanggal 24 sebesar 114,55 dolar AS per barel.

Padahal per tanggal 1 Maret sebesar 110,14 dolar As per barel, bahkan ICP rata-rata bulan Februari sebesar 95,7 dolar AS per barel. Jadi masih tinggi trennya," ujar Agung.

 

Agung juga menyampaikan bahwa batas atas harga jual jenis BBM umum RON 92 untuk bulan Maret 2022 adalah sebesar Rp14.526 per liter.

Harga tersebut merupakan cerminan dari harga keekonomian BBM RON 92 berdasarkan formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum.

Adapun dalam melakukan perhitungan harga keekonomian atau batas atas bulan Maret tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan factor realisasi perkembangan harga bulan sebelumnya.

Yaitu Februari, padahal pada bulan Februari 2022 lalu, harga minyak dunia belum setinggi bulan Maret 2022.

Kenaikan harga minyak bumi tersebut, tentu akan membebani APBN jika harga keekonomian Pertamax tidak mengalami kenaikan.***

Editor: Christian Rangga Bagaskara

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler