Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2, Terlepas dari Pola Makan Sehat

7 Maret 2024, 17:02 WIB
Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2, Terlepas dari Pola Makan Sehat /freepik/

Portalnganjuk.com – Penelitian terbaru dari Universitas Uppsala menunjukkan bahwa orang yang memiliki durasi tidur kurang dari lima jam per hari memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, bahkan bagi mereka yang sudah menerapkan pola makan sehat.

 

Orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari memiliki risiko 28% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidur 7-8 jam per hari.

 

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa durasi tidur yang singkat setiap hari secara berulang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe dua, sementara kebiasaan diet sehat seperti makan buah dan sayuran secara teratur dapat mengurangi risikonya," kata Diana Noga, salah satu anggota tim peneliti.

 

Risiko diabetes tipe 2 tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dengan pola makan sehat, meskipun dapat membantu mengurangi risikonya.

"Namun, masih belum pasti apakah orang yang memiliki durasi tidur terlalu pendek dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe dua dengan makan sehat," ungkapnya menambahkan.

 

Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme glukosa dan insulin, yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

 

Tidur yang cukup (7-8 jam per hari) juga sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk untuk menjaga kadar gula darah dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.

 

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Uppsala dan dipublikasikan di JAMA Network Open ini menggunakan data dari UK Biobank. Data ini dikumpulkan dari para peserta yang ditanya tentang kesehatan dan gaya hidup mereka, serta dipetakan secara genetik.

 

Metode Penelitian:

  • Data dikumpulkan dari 405.853 peserta dengan usia rata-rata 56 tahun.
  • Para peserta ditanya tentang durasi tidur mereka dan pola makan mereka.
  • Tim peneliti menindaklanjuti data selama lebih dari 10 tahun.
  • Risiko diabetes tipe 2 dibandingkan antara kelompok dengan durasi tidur berbeda.

 

Hasil Penelitian:

Orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari memiliki risiko 28% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidur 7-8 jam per hari.

Risiko diabetes tipe 2 tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dengan pola makan sehat, meskipun dapat membantu mengurangi risikonya.

Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme glukosa dan insulin, yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

 

Penelitian ini menunjukkan bahwa kurang tidur merupakan faktor risiko diabetes tipe 2, bahkan bagi orang yang sudah menerapkan pola makan sehat. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan tidur yang cukup dan berkualitas untuk menjaga kesehatan dan mencegah diabetes tipe 2.

 

"Temuan ini menunjukkan bahwa menerapkan diet sehat kemungkinan tidak mengurangi risiko diabetes tipe dua bagi mereka yang memiliki kebiasaan durasi tidur pendek," tulis kesimpulan dari tim peneliti yang sudah mereka publikasikan.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidur yang cukup memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung, dan stroke.

 

Efek Kurang Tidur

Efek kurang tidur dapat bervariasi antar individu, tergantung pada beberapa faktor, seperti:

 

  • Genetika: Beberapa orang memiliki kebutuhan tidur yang lebih sedikit daripada orang lain.
  • Kebutuhan tidur individu: Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang membutuhkan 7 jam tidur per hari, dan ada juga yang membutuhkan 9 jam tidur per hari.
  • Usia: Kebutuhan tidur umumnya menurun seiring dengan bertambahnya usia.
  • Kondisi kesehatan: Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti insomnia, sleep apnea, dan depresi, lebih likely mengalami efek negatif dari kurang tidur.

 

Tidur yang cukup merupakan salah satu gaya hidup sehat yang penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit kronis. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam.***

 

Editor: Yusuf Rafii

Terkini

Terpopuler