Ormas Islam Singapura Tentang Penolakan UAS Masuk Singapura: UAS Sudah Lama Jadi Incaran

- 26 Mei 2022, 06:15 WIB
Ormas Islam Singapura Tentang Penolakan UAS Masuk Singapura: UAS Sudah Lama Jadi Incaran
Ormas Islam Singapura Tentang Penolakan UAS Masuk Singapura: UAS Sudah Lama Jadi Incaran /Deni Abdul Kholik

PORTAL NGANJUK – Kelompok pemuka agama Muslim Singapura ikut angkat suara perihal penolakan kunjungan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Negara Singapura karena diduga telah mengajarkan paham ekstremis dan radikalisme.

Kelompok pemuka agama yang tergabung dalam kelompok rehabilitasi keagamaan (RRG) Singapura, mendorong penolakan para pengkhotbah yang memiliki pandangan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan universal.

"Kelompok Rehabilitasi Keagamaan menanggapi dengan rasa malu yang mendalam dan penyesalan yang mendalam kepada seorang rekan pengkhotbah yang tampaknya memiliki dan menyebarkan pandangan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan Islam dan universal yang diterima, belas kasih dan cinta tanpa syarat kepada orang lain," kata kelompok itu dalam sebuah unggahan Facebook, dikutip dari The Straits Times, pada Kamis 26 Mei 2022.

Baca Juga: Usai Ancam Usir Dubes Singapura, Pendukung UAS Dikabarkan Kirim Teror akan ‘Hancur Leburkan’ Singapura

RRG Juga menyatakan bahwa sikapnya mendukung pemerintah Singapura.

"Kami berdiri teguh dengan posisi Pemerintah Singapura bahwa pandangan yang memecah belah dan segregasi tidak memiliki tempat di negara ini," ujar pernyataan kelompok itu.

Kelompok RRG berisi para cendekiawan dan guru Islam yang secara sukarela membantu dalam konseling keagamaan individu-individu yang teradikalisasi.

Termasuk mantan napi teroris, dan masyarakat yang menyebarkan pandangan-pandangan ekstremis.

Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura, Kasiviswanathan Shanmugam mengatakan, bahwa UAS merupakan sosok yang berada dalam pantauan otoritas Singapura karena ajarannya yang dinilai dapat memecah belah antarbangsa.

Shanmugam menyebut terdapat seorang anak berusia 17 tahun yang diindikasikan terlibat radikalisme.

Baca Juga: Aksi Demo Pendukung UAS Ancam Usir Dubes SIngapura dinilai Melawan Hukum, Hingga Disorot Media Asing

"Remaja itu telah menonton dakwah dari Somad di Youtube soal aksi bom bunuh diri dan mulai mempercayai bahwa pengebom bunuh merupakan seorang yang sahid," ujarnya.

"Dakwah Somad telah membuat konsekuensi nyata bagi dunia," sambungnya.

Shanmugam mengutip contoh pendukung UAS baru-baru ini yang diunggah setelah pelarangan masuk ke Singapura.

Hal itu, kata Shanmugam, menggambarkan ancaman langsung.

"Negara kecil, sangat arogan, hanya dengan satu misil kalian akan hancur," ujar Shanmugam mengutip komentar ancaman lainnya.

Shanmugam pun meminta warga Singapura untuk berhati-hati menyikapi keterlibatan pengkhotbah luar negeri dan ajaran yang memecah belah.

Baca Juga: Pemerintah Ingatkan Program Minyak Goreng Bersubsidi Kemenperin Berakhir 31 Mei 2022

"Gunakan penilaian Anda. Anda tahu apa yang menjadikan Singapura maju. Anda tahu apa yang baik untuk diri Anda dan komunitas," ujarnya.

Sebelumnya para pendukung UAS telah mengadakan demonstrasi di depan gedung Kedubes Singapura dan mengancam akan mengusur dubes singapura jika tak meminta maaf dalam waktu 2 x 24 jam.

Seluruh pendukung UAS menyayangkan tindakan singapura yang menolak masuk pendakwah kondang tersebut.

Pihak singapura pun selalu mengatakan bahwa penolakan tersebut karena UAS dinilai ajarannya tak sesuai dengan Negara Singapura.

Tentu penolakan tersebut menuai banyak pro dan kontra di Tanah Air maupun dunia Internasional.***

Editor: Muhafi Ali Fakhri


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah